RAMI – RA Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan terus menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi peserta didik. Kali ini, melalui kegiatan pembelajaran bertema “Tanaman Ciptaan Allah” dengan subtema “Tanaman Buah-buahan”, anak-anak diajak mengenal berbagai jenis buah sekaligus menumbuhkan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah diberikan.
Kegiatan yang dikemas secara interaktif tersebut diikuti dengan penuh antusias oleh para siswa. Melalui berbagai aktivitas edukatif, anak-anak tidak hanya mengenal buah-buahan dari segi bentuk, warna, dan rasa, tetapi juga memahami bahwa semua tanaman dan makanan yang bermanfaat merupakan ciptaan Allah SWT yang wajib disyukuri.
Kepala RA Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan, Waltinah, S.Pd, mengatakan bahwa pembelajaran tematik ini dirancang untuk mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan pengembangan aspek kognitif, motorik, dan kreativitas anak usia dini.
“Melalui tema tanaman ciptaan Allah dengan subtema buah-buahan, kami ingin mengajak anak-anak mengenal dan mensyukuri berbagai buah sebagai salah satu nikmat dari Allah SWT. Harapannya, sejak dini mereka memiliki kesadaran bahwa semua kebaikan yang mereka rasakan berasal dari Allah dan patut disyukuri,” ujar Waltinah.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak mengucapkan hamdalah (Alhamdulillah) sebagai bentuk rasa syukur atas karunia buah-buahan yang dapat dinikmati setiap hari. Guru juga memperkenalkan berbagai jenis buah seperti semangka, apel, mangga, jeruk, dan pisang, sekaligus menjelaskan manfaatnya bagi kesehatan tubuh.
Selain pembelajaran agama dan sains, peserta didik juga mengikuti kegiatan kreatif dengan membuat aneka olahan buah sederhana, seperti sate buah, jus buah, dan es buah. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak dalam mengenal bahan makanan sehat melalui cara yang menyenangkan.
Tidak hanya itu, anak-anak juga dilatih keterampilan motoriknya melalui aktivitas memotong buah menggunakan alat yang aman, menghitung jumlah potongan buah, serta menyusun buah menjadi bentuk-bentuk menarik. Aktivitas tersebut membantu mengembangkan koordinasi tangan dan mata sekaligus meningkatkan kemampuan berhitung dasar.
Suasana belajar tampak penuh keceriaan saat para siswa berinteraksi dengan berbagai jenis buah yang disediakan. Mereka terlihat aktif bertanya, mengamati, mencicipi, dan mengikuti arahan guru selama proses pembelajaran berlangsung.
Menurut Waltinah, pembelajaran berbasis pengalaman langsung seperti ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman anak terhadap materi yang diberikan. Selain lebih mudah dipahami, metode tersebut juga mampu menumbuhkan rasa ingin tahu dan kecintaan anak terhadap lingkungan sekitar.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah menanamkan rasa syukur kepada Allah SWT serta membangun kesadaran bahwa makanan sehat yang mereka konsumsi setiap hari merupakan anugerah dari-Nya. Kami ingin anak-anak tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kreatif, sehat, dan memiliki akhlak yang baik,” tambahnya. (*)


