RAMI – Pendidikan karakter dan pembiasaan ibadah sejak usia dini terus menjadi perhatian di RA Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan. Salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan adalah pembiasaan Shalat Dhuha berjamaah yang diikuti oleh seluruh peserta didik sebagai bagian dari program pembentukan karakter religius di lingkungan madrasah.
Kegiatan Shalat Dhuha dilaksanakan secara rutin pada pagi hari sebelum proses pembelajaran dimulai. Dengan bimbingan para guru, anak-anak diajarkan tata cara berwudhu, niat, gerakan, hingga bacaan shalat secara bertahap sesuai dengan tingkat perkembangan mereka.
Kepala RA Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan menjelaskan bahwa pembiasaan Shalat Dhuha merupakan salah satu upaya madrasah dalam menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik tidak hanya belajar tentang ibadah, tetapi juga dilatih untuk disiplin, tertib, dan bertanggung jawab.
“Anak-anak dibiasakan untuk melaksanakan Shalat Dhuha agar tumbuh kecintaan kepada ibadah sejak usia dini. Kami berharap kebiasaan baik ini dapat terus terbawa hingga mereka dewasa dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Suasana khusyuk terlihat saat para siswa mengikuti rangkaian ibadah bersama. Meski masih berusia dini, mereka tampak antusias mengikuti arahan guru, mulai dari berwudhu hingga melaksanakan shalat berjamaah. Guru-guru juga memberikan pendampingan dan motivasi agar anak-anak merasa senang dalam menjalankan ibadah.
Selain sebagai sarana pembelajaran agama, kegiatan Shalat Dhuha juga menjadi media untuk membentuk akhlak mulia dan menanamkan nilai kebersamaan. Melalui kegiatan ini, peserta didik diajarkan pentingnya menghormati guru, menjaga ketertiban, serta membangun sikap saling peduli terhadap sesama teman.
Para orang tua menyambut baik program pembiasaan tersebut. Mereka menilai kegiatan keagamaan yang diterapkan di madrasah memberikan dampak positif terhadap perkembangan spiritual dan perilaku anak di rumah.


